Berita Kabupaten Cirebon

SMAN 1 Palimanan Kenalkan Sistem Penerimaan Sekolah Maung

CIREBON, penacirebon.id – Menuju generasi emas 2045, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mulai menerapkan program Sekolah Manusia Unggulan (Maung) pada tahun 2026 di berbagai daerah kabupaten dan kota. Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Maung pun mulai disosialisasikan, salah satunya di SMAN 1 Palimanan sebagai yang terpilih di Kabupaten Cirebon.

Sosialisasi digelar bersama perwakilan SMP se-Kabupaten Cirebon, Rabu (20/5). Program tersebut disiapkan untuk menjaring siswa dengan kemampuan akademik dan non-akademik unggul.

Perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Barat, Kusnan Syaifudin, menjelaskan Sekolah Maung berbeda dengan sekolah reguler.

SPMB Sekolah Maung tidak menggunakan sistem zonasi, afirmasi, maupun perpindahan orang tua seperti sekolah umum lainnya.

“Sekolah Maung ini merupakan transformasi sekolah Garuda di tingkat daerah,” katanya.

Syarat Masuk Sekolah Maung

Sekolah Maung dirancang sebagai sekolah unggulan daerah. Karena itu, syarat penerimaannya juga lebih ketat dibanding sekolah reguler.

Calon siswa wajib memiliki IQ minimal 130. Selain itu, nilai rapor semester 1 sampai 5 harus memiliki rata-rata minimal 85. Peserta juga diwajibkan memiliki hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) di atas rata-rata.

Tak hanya akademik, jalur prestasi nonakademik juga menjadi perhatian. Minimal, calon siswa memiliki prestasi tingkat provinsi.

“Penyelenggara sesuai dengan kaidah mandatori tingkat provinsi baik dari BUMD atau dari Kementerian,” katanya.

Dibimbing Menuju Perguruan Tinggi

Kusnan menyebut Sekolah Maung diproyeksikan menjadi jalur pembinaan siswa unggul menuju perguruan tinggi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut sudah menjalin kerja sama dengan sejumlah kampus ternama, termasuk Universitas Padjadjaran dan Universitas Pendidikan Indonesia.

“Mereka sudah bekerjasama dengan pemerintah provinsi Jawa Barat yang akan menjamin lulusan dari sekolah Maung, seratus persen. Secara logika, kalau bibitnya unggul otomatis keluarannya juga unggul,” ungkapnya.

Selain kurikulum reguler, siswa juga akan mendapat pendampingan khusus sesuai minat perguruan tinggi tujuan mereka.

“Jangan salah di point persyaratan tadi ada rekomendasi kesiapan perguruan tinggi mana yang akan diikuti setelah dia lulus,” katanya.

Pendaftaran Dibuka 25 Mei

SPMB Sekolah Maung dibuka lebih awal dibanding sekolah reguler. Pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 25 hingga 29 Mei 2026.

Meski begitu, siswa yang tidak lolos tetap bisa mengikuti seleksi sekolah reguler.

“Ketika siswa tidak diterima di sekolah Maung dia bisa mengikuti di sekolah reguler,” katanya.

Kepala SMAN 1 Palimanan, Hj. Mardiani, memastikan sekolah sudah membentuk tim khusus untuk menjalankan program tersebut.

“Kesiapannya tentu saja kita itu sudah membentuk tim, begitu pun ini sosialisasi untuk kesiapan selanjutnya supaya masyarakat mengetahui Sekolah Maung itu,” ujarnya. ***

Exit mobile version