Wujudkan Kawasan Wisata Trusmi yang Tertata, Pemkab Cirebon dan Forkopimda Lakukan Penertiban Bersama
CIREBON, (penacirebon..com) – Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan aksi penertiban di kawasan wisata Trusmi sebagai langkah awal penataan kawasan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat sekitar.
Penertiban difokuskan pada pedagang kaki lima (PKL), parkir liar, gelandangan, serta keberadaan anak jalanan yang selama ini dinilai mengganggu kenyamanan dan estetika kawasan sentra batik Trusmi. Senin, (7/7).
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Forkopimda untuk menjadikan Trusmi sebagai salah satu destinasi wisata unggulan.
“Penertiban dilakukan dengan pendekatan persuasif kepada para pedagang dan masyarakat. Kami ingin kawasan ini tertata tanpa mengesampingkan hak warga dalam mencari nafkah,” ujar Agus, yang akrab disapa Jigus.
Ia menambahkan, Pemkab Cirebon tengah menyiapkan solusi jangka panjang, termasuk relokasi PKL ke lokasi yang lebih representatif serta pengaturan sistem parkir dan lalu lintas yang lebih efisien di sekitar kawasan.
Tak hanya fokus pada penataan PKL, pemerintah juga akan menangani masalah parkir liar yang kerap menimbulkan kemacetan, terutama saat akhir pekan. Upaya ini akan melibatkan perangkat daerah teknis serta aparat keamanan guna memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, menegaskan bahwa penertiban dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan pendekatan humanis, namun tetap tegas terhadap pelanggaran ruang publik.
“Kami ingin fungsi badan jalan dikembalikan sebagaimana mestinya. Trusmi sebagai ikon wisata Cirebon harus menjadi kawasan yang aman, nyaman, dan tertib bagi semua,” ungkap Sumarni.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak, termasuk masyarakat, dalam menjaga ketertiban lingkungan. Masyarakat diimbau tidak menggunakan trotoar atau fasilitas umum lainnya untuk kegiatan yang melanggar aturan, seperti berdagang atau parkir sembarangan.
“Kalau kawasan Trusmi bersih dan rapi, bukan hanya wisatawan yang diuntungkan, tapi juga para pedagang. Citra positif akan menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan roda perekonomian local. Pemkab Cirebon menargetkan Trusmi tidak hanya sebagai pusat belanja batik, tetapi juga menjadi kawasan wisata terpadu yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana publik yang tertata baik” tambahnya. ***
