Kemendikdasmen Guyur Rp44 Miliar, Puluhan Sekolah di Kabupaten Cirebon Direvitalisasi

Caption : Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu'ti bersama Bupati Cirebon Imron dan Kepala Dinas Pendidikan, H. Ronianto meninjau kegiatan pembelajaran di SD Negeri 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin (28/9/2026).

CIREBON, penacirebon.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mengalokasikan anggaran sekitar Rp44 miliar untuk merevitalisasi 82 sekolah di Kabupaten Cirebon sepanjang 2026. Sekolah dengan tingkat kerusakan berat menjadi prioritas penerima program tersebut.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti mengatakan, intervensi terhadap 82 sekolah tersebut bersumber dari APBN serta Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahap pertama dan kedua.

“Untuk Kabupaten Cirebon, tahun 2026 ada 82 sekolah yang kita intervensi, baik melalui APBN maupun ABT tahap satu dan dua. Anggarannya sekitar Rp44 miliar,” kata Abdul Mu’ti saat meninjau pembangunan SD Negeri 1 Kedungjaya, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, Senin 28 September 2026.

Menurut Abdul, program revitalisasi tidak dapat dilaksanakan secara sekaligus terhadap seluruh sekolah. Pemerintah menerapkan skala prioritas dengan mendahulukan satuan pendidikan yang kondisi bangunannya mengalami kerusakan berat.

“Ini bertahap dan kita prioritaskan sekolah yang rusak berat yang bisa kita berikan alokasi untuk tahun 2026,” ujarnya.

Salah satu sekolah yang mendapatkan bantuan tersebut adalah SDN 1 Kedungjaya. Sekolah itu memperoleh anggaran revitalisasi sekitar Rp1,8 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan, serta sembilan toilet.

Hingga akhir September 2026, progres pembangunan SDN 1 Kedungjaya telah mencapai sekitar 40 persen. Pemerintah menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan.

“Sekarang pembangunannya sudah berjalan lancar. Memang baru sekitar 40 persen, tetapi insyaallah dalam waktu dua bulan lagi sudah bisa selesai 100 persen,” kata Abdul.

Ia menjelaskan, revitalisasi SDN 1 Kedungjaya juga menjadi bagian dari penataan satuan pendidikan setelah dilakukan penggabungan atau merger dua sekolah.

Pembangunan diharapkan dapat menyediakan fasilitas belajar yang lebih representatif bagi siswa dan tenaga pendidik.

Dalam pelaksanaannya, pembangunan menggunakan mekanisme swakelola dengan melibatkan sekolah dan masyarakat melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron mengatakan, bantuan pemerintah pusat tersebut sangat dibutuhkan untuk mempercepat perbaikan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Cirebon.

Menurut Imron, intervensi pemerintah pusat tidak hanya menyasar sekolah dasar. Bantuan juga diberikan untuk satuan pendidikan pada jenjang lainnya.

“Di Kabupaten Cirebon ini mendapatkan rehab sekolah dasar ada 82,” kata Imron.

Selain itu, menurut dia, bantuan pembangunan juga diberikan untuk 30 ruang SMP dan 77 PAUD.

Namun, Imron belum dapat memastikan nilai keseluruhan bantuan apabila digabungkan dengan intervensi pada jenjang SMP dan PAUD. Pasalnya, program tersebut masih berlangsung dan terdapat tahapan berikutnya.

“Masih belum bisa dihitung totalnya, karena masih menyusul. Masih ada tahapan-tahapan selanjutnya,” ujarnya.

Imron berharap bantuan pemerintah pusat terus berlanjut sehingga sekolah yang mengalami kerusakan dan membutuhkan peningkatan sarana pendidikan di Kabupaten Cirebon dapat ditangani secara bertahap, pungkasnya. **Akbar Arifin