Pembangunan Infrastruktur Dipercepat, Bupati Cirebon Targetkan Eksekusi Awal Tahun
Meski fiskal daerah pada 2026 diproyeksikan tertekan akibat penurunan dana transfer pusat, Pemkab Cirebon tetap menjadikan infrastruktur sebagai sektor prioritas. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) kembali menjadi perangkat daerah dengan alokasi belanja modal terbesar, yakni Rp200–Rp280 miliar.
“Ini bentuk komitmen kami. Walaupun OPD lain mengalami penyesuaian, anggaran DPUTR tetap kami maksimalkan untuk peningkatan kualitas jalan dan jembatan,” tambah Hendra.
Ia menegaskan, sebanyak 31 paket pekerjaan telah resmi masuk dalam proses lelang dini dan mulai tayang dalam pekan ini. Targetnya, pelaksanaan fisik dapat dimulai tepat pada 1 Januari 2026.
Kepala DPUTR Kabupaten Cirebon, Sunanto, menambahkan bahwa kebijakan percepatan ini lahir dari evaluasi menyeluruh atas rendahnya serapan anggaran pada tahun berjalan.
Menurutnya, seluruh paket pekerjaan 2025 telah melalui proses lelang tepat waktu dan kini memasuki tahap penyelesaian di lapangan.
Ia menyebut, Pemkab Cirebon menargetkan seluruh ruas jalan kabupaten berada dalam kondisi mulus pada tahun 2028.
“Kami akui kondisi saat ini belum ideal. Masih banyak ruas jalan yang harus diperbaiki secara bertahap. Namun insyaallah, target jalan mulus 2028 akan tercapai,” kata Sunanto. **(Heru)
