Api Melahap Kebun Bambu, Respons Cepat Babinsa Cegah Kebakaran Meluas

Caption : Babinsa Koramil 1901/Wanayasa Kodim 0619/Purwakarta, Pemadam dan warga berjibaku memadamkan api di kebon bambu

PURWAKARTA, penacirebon.id– Kobaran api tiba-tiba mengamuk di area kebun bambu dan lahan garapan warga di Kampung Citalaksana, Dusun I, Desa Gurudug, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Minggu (13/9/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.30 WIB itu menghanguskan lahan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi. Api bahkan sempat cepat menjalar akibat hembusan angin yang cukup kencang.

Situasi tersebut langsung mendapat respons cepat dari Babinsa Koramil 1901/Wanayasa Kodim 0619/Purwakarta, Sertu Hendra Rosadi. Setelah menerima laporan dari Ketua RW 01/01 Kampung Citalaksana, Sertu Hendra segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan upaya pemadaman.

Tak ingin api semakin meluas, Babinsa bersama Relawan Destana Desa Gurudug langsung berjibaku melakukan pemadaman secara manual. Namun, kuatnya tiupan angin membuat kobaran api sulit dikendalikan dan berisiko merambat ke area lainnya.

Melihat kondisi tersebut, Sertu Hendra kemudian mengambil langkah cepat dengan berkoordinasi bersama Kepala Desa Gurudug untuk meminta bantuan unit pemadam kebakaran Kodim 0619/Purwakarta.

Sekitar pukul 12.30 WIB, bantuan tiba. Unit Damkar Kodim 0619/Purwakarta langsung diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama melibatkan Babinsa, Kepala Desa Gurudug, Bhabinkamtibmas, petugas Damkar dan Relawan Destana.

Setelah berjibaku selama kurang lebih satu setengah jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pengecekan dan pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai sekitar Rp1 juta, berupa kurang lebih 200 batang atau 20 rumpun pohon bambu yang terbakar.

Gerak cepat Babinsa dan sinergi bersama unsur pemerintahan desa, Bhabinkamtibmas, Damkar serta Relawan Destana menjadi faktor penting dalam mengendalikan api sehingga kebakaran tidak meluas ke area lainnya.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama saat kondisi angin cukup kencang. Laporan sekecil apa pun terkait munculnya api menjadi penting untuk segera ditindaklanjuti sebelum berubah menjadi kebakaran yang lebih besar. **Afif Setiawan