Kabupaten Cirebon Gelar Temu Inklusi ke-6, Wamendagri Apresiasi Pengarusutamaan Inklusi

tuan rumah Temu Inklusi ke-6

Kabupaten Cirebon, (Penacirebon.com) — Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah Temu Inklusi ke-6 yang digelar pada tanggal 1 hingga 4 September 2025 di Desa Durajaya, Kecamatan Greged.

Bupati Cirebon, Imron mengatakan, Temu Inklusi merupakan wadah dalam merumuskan kebijakan-kebijakan yang berpihak pada keadilan dan kesetaraan.

“Dalam rangka merumuskan rekomendasi untuk pemerintah pusat, daerah, dan pihak terkait. Saya berharap, Temu Inklusi membuka ruang dialog berbagai pengalaman dan gagasan antara organisasi difabel, organisasi masyarakat, dan pemerintah untuk mencanangkan inklusi bagi disabilitas dalam pembangunan,” ucap Imron dalam sambutannya.

Orang nomor satu di Kabupaten Cirebon itu mengatakan, Temu Inklusi menjadi semangat bersama dalam mempromosikan nilai-nilai untuk mencapai Indonesia Inklusi 2030.

Kabupaten Cirebon berkomitmen membangun masyarakat inklusi, terbuka, ramah, dan menghargai setiap perbedaaan.

Imron menyebut, ini merupakan tanggung jawab bersama dan harus dimulai dari lingkungan terdekat dulu seperti keluarga. Kemudian, desa agar menjadi desa inklusi melalui gerakan inklusi dari desa.

Para pihak berperan, lanjut Imron, untuk mengedukasi dan mendorong setiap anggota masyarakat mengetahui tentang pentingnya perlindungan disablitas.

“Kabupaten Cirebon saat ini tengah merumuskan peraturan desa inklusi, agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama berpartisipasi dalam pembangunan,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas, Febrian Alphyanto Ruddyard, memberikan arahan melalui video conference.

“Pemerintah terus berusaha agar pembangunan bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga soal keadilan sosial,” kata Febrian.

“Kita ingin memastikan semua warga negara, termasuk penyandang disabilitas, bisa menikmati hak dan kesempatan yang sama” ucapnya menambahkan.

Sekadar diketahui, Temu Inklusi diadakan sejak 2014 oleh SIGAB Indonesia bersama organisasi gerakan difabel, organisasi masyarakat sipil, mitra pembangunan, dan pemerintah.

Temu Inklusi telah menjadi wadah strategis untuk berbagi pengalaman, membangun sinergi, serta merumuskan solusi bagi tantangan inklusi di Indonesia.

Tahun ini, acara Temu Inklusi ke-6 mengusung tema ‘Komitmen, Sinergi, Aksi dan Inovasi Kebhinekaan untuk Indonesia Emas 2045’.